Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENELITIAN. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Desember 2012

ANALISIS KUALITAS LAYANAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL IPA (Importance Performanced Analysis)

        Pada postingan-postingan sebelumnya, kita telah membahas kualitas-layanan-pembelajaran dan salah satu metode analisis yang bisa digunakan.adalah model-servqual-service-quality. Pada kesempatan ini, kita akan mencoba menganalisis kualitas layanan pembelajaran dengan menggunakan model analisis yang lain, yakni menggunakan model IPA (Importance Performanced Analysis). Sebagai contoh kasus, model ini coba diterapkan untuk menganalisis kualitas layanan pembelajaran di program studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PRODI PEP PPs UNM).
Responden dalam penelitian ini sebanyak 20 mahasiswa, terdiri dari 16 mahasiswa reguler angkatan 2012, 2 mahasiswa dari kelas pengawasan, dan 2 mahasiswa dari angkatan 2011.  Pengambilan responden diberikan secara acak. Peneliti menganggap bahwa 20 responden tersebut merepresentasekan mahasiswa PEP secara keseluruhan.
Untuk menguraikan data-data yang telah diperoleh, peneliti menggunakan analisis IPA (Importance Performanced Analysis). Analisis IPA digunakan untuk mengetahui dimensi-dimensi apa saja yang harus diprioritaskan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pembelajaran yang ada di PRODI PEP PPs UNM. Dalam analisis kesenjangan  (gap) digunakan untuk melihat kesenjangan antara kualitas layanan suatu atribut yang dialami dengan harapan mahasiswa terhadap atribut tersebut. Sedangkan analisis kuadran dapat diketahui respon mahasiswa terhadap atribut yang diplotkan berdasarkan kualitas layanan dan harapan mahasiswa dari atribut tersebut.

Minggu, 18 November 2012

Model ServQual (Service Quality)



Model SERVQUAL (singkatan dari service quality) dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithamel, dan Barry dalam serangkaian penelitian mereka terhadap enam sektor jasa: reparasi peralatan rumah tangga, kartu kredit, asuransi, sambungan telepon interlokal, perbankan ritel, dan pialang sekuritas. Model yang dikenal pula dengan istilah Gap Analysis Model ini berkaitan erat dengan model kepuasan pelanggan yang didasarkan pada ancangan diskonfirmasi ( Oliver,1997 dalam Tjiptono,2008). Ancangan ini menegaskan bahwa bila kinerja pada sebuah atribut (attribute performence) lebih besar dari ekspektasi (expectations) atas atribut yang bersangkutan, maka persepsi terhadap kualitas layanan akan positif atau sebaliknya.
Model SERVQUAL banyak diterapkan di berbagai perusahaan dan konteks industri. Popularitas instrumen survey Model SERVQUAL dikarenakan sejumlah keunggulan. Menurut Tjiptono (2008), pertama, instrumen Model SERVQUAL telah berkembang menjadi semacam standar untuk penilaian atas berbagai dimensi kualitas layanan. Kedua, berbagai riset telah menunjukkan bahwa instrumen Model SERVQUAL sahih (valid) untuk berbagai konteks layanan. Ketiga, riset juga mengindikasikan bahkan kuisioner Model SERVQUAL andal (reliable), artinya pertanyaan-pertanyaannya yang diinterpretasikan oleh responden. Keempat, instrumen SERVQUAL memenuhi kriteria parsimoni, karena hanya terdiri atas 22 item, sehingga bisa diisi dengan cepat oleh responden. Kelima, instrumen SERVQUAL memiliki prosedur baku yang memudahkan interpretasi hasil.

Minggu, 09 September 2012

PENYAJIAN MATRIKS


         A.           Membangun Penyajian Matriks
Tidak ada kaidah yang pasti untuk membuat sebuah matriks. Agaknya, konstruksi matriks merupakan suatu tugas kreatif – namun sistematis – yang meningkatkan pemahaman anda mengenai substansi dan makna data besar anda, bahkan sebelum anda mulai memasuki informasi. Jadi, persoalannya bukanlah apakah seseorang membangun matriks yang “benar” tetapi apakah matriks itu fungsional sehingga bisa member jawaban terhadap pertanyaan yang anda ajukan atau mendorong cara-cara baru yang mencari peluang untuk menata (lay out) data agar memperoleh jawaban.
Unsur-unsur  Matriks
1.    Tujuan deskritif dan tujuan eksplanatori.
2.    Data situs tunggal dan situs ganda.
3.    Aturan dan tak beraturan.
4.    Waktu beraturan dan tak beraturan.
5.    Kategori variabel.
6.    Dua-arah, tiga-arah, N-arah...
7.    Entri sel
Aturan umum konstuksi matriks
1. Taruhlah penyajian itu di atas kertas yang lebar.
2. Jangan coba untuk melibatkan lebih dari 15 – 20 variabel dalam baris atau kolom ; 5 – 6 variabel kiranya lebih baik.
3. Bersiaplah membuat format awal, dan ulangi beberapa kali sesudah memasukkan data.
4. Mintalah seorang sejawat untuk memeriksa format anda.
5. Apabila matriks itu merupakan matriks beraturan, bersiaplah untuk mengubah deret dan kolom untuk sementara
6. Ingatlah untuk mengelompokkan kembali matriks yang rumit yang berisi banyak baris dan kolom ke dalam “urut-urutan” atau “keluarga” terdekat.
7. Terbukalah selalu terhadap gagasan untuk menambahkan baris ataupun kolom baru
8. Jagalah agar baris dan kolom tertata cukup bagus
9. Ingat-ingatlah bahwa masalah penelitian terlalu mungkin menuntut adanya seperangkat matriks

TEKNIK ANALISIS DATA



Analisis data kualitatif (Bogdan & Biklen) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola , menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain.
Analisis Data Kualitatif adalah suatu proses yang meliputi:
  • Mencatat yang menghasilkan catatan lapangan, dengan hal itu diberi kode agar sumber datanya tetap dapat ditelusuri,
  • Mengumpulkan, memilah-milah, mengklasifikasikan, mensintesiskan, membuat ikhtisar dan membuat indeksnya,
  • Berpikir dengan jalan membuat agar kategori data itu mempunyai makna, mencari dan menemukan pola, hubungan-hubungan dan temuan-temuan umum. (Seiddel, 1998)
Jadi menurut kami, Analisis Data Kualitatif adalah suatu upaya kegiatan yang meliputi proses mencatat, mengorganisasikan, mengelompokkan dan mensintesiskan data selanjutnya memaknai setiap kategori data, mencari dan menemukan pola, hubungan- hubungan dan memaparkan temuan-temuan dalam bentuk deskripsi naratif, bagan, flow chart, matriks maupun gambar-gambar yang bisa dimengerti dan pahami oleh berbagai pihak.

Minggu, 08 Januari 2012

RESUME TUGAS PENELITIAN KUANTITATIF


Metode kausal-komparatif ditujukan pada penemuan penyebab yang mungkin terjadi pada pola perilaku dengan membandingkan subjek yang ada dengan subjek serupa. Penelitian ini adalah jenis penelitian survei eks post facto, peneliti tidak melakukan kontrol terhadap variable-variabel bebas  karena manifestasinya sudah terjadi atau variable-variabel tersebut secara inheren tidak dapat dimanipulasi..
Metode kausal komparatif sering digunakan sebagai pengganti metode eksperimental karena akan melihat hubungan sebab dan akibat seperti contoh kita ingin melakukan penelitian pendidikan yang tidak memungkinkan memanipulasi eksperimentalnya.
Metode perbandingan kausal adalah salah satu pendekatan untuk menjelajahi hubungan antara variabel (dua, tiga atau lebih variabel). Metode ini banyak digunakan oleh peneliti sekarang. Hal ini karena teknik statistik yang terkait dengan metode komparatif kausal, kemudian Uji t dan analisis varians adalah statistik yang paling umum untuk menguji hipotesisnya, bidang statistik korelasional, regresi berganda khususnya, dapat dilakukan dengan uji t dan analisis varians serta analisis lainnya.
Penelitian ini bersifat ex post pacto, yaitu data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (telah lalu), artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung. Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai variabel dependen) dan menguji data itu dengan menelusur kembali kemasa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.
Tujuan penelitian ini dalam rangka untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat  dengan cara berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada  dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu.

VALIDITAS INTERNAL DAN EXTERNAL PADA PENELITIAN EXPERIMEN


Donald Campbell dan Julian Stanley menulis sebuah makalah lama yang membedakan antar model-model experimen yang berkenaan dengan validitas-validitas internalnya. Adapun bvaliditas internal sebuah experiment adalah perpanjangan variable-variabel tambahan yang telah dikontrol oleh peneliti. Jika variable tambahan tidak dikontrol dalam proses experimennya, maka kita tidak dapat mengetahui apakah perubahan-perubahan yang diamati pada beberapa tahap experiment merupakan penyebab perlakuan experiment atau merupakan sekedar variable tambahan.
Untuk mendemonstrasikan pentingnya upaya kontrol/pengamatan pada variable-variabel tambahan itu, kita seyogyanya menyadari bahwa satu saja masalah penelitian akan mempengaruhi analisa experimennya nanti. Seperti contoh, seorang peneliti sebaiknya mengevaluasi keefektifan program pengembangan kemampuan baca yang baru saja diterapkan (program remedial). Pada tahun pertama, dia (peneliti) memilih 100 siswa  untuk ikut program tersebut (program pengembangan kemampuan baca); semua siswa tersebut memenuhi persyaratan skor tertentu setidaknya dua angka dibawah angka normal pada tes kemampuan baca. Setelah ikut dalam program remedial pada tahun pertama, kemudian sekali lagi siswa tersebut diberikan tes kemampuan baca. Peneliti mungkin menduga menemukan prestasi yang lebih besar, secara statistik telah terjadi peningkatan hasil yang signifikan (hal tersebut ditentukan dari kedua tes yang sebelumnya sudah dilakukan).

Rabu, 04 Januari 2012

Studi Kompetensi Akademik Guru Teknik Informasi Dan Komunikasi SMAN Se-Kabupaten Sinjai


ABSTRAK

Abdul Zahir, 2010, 052514002. Studi Kompetensi Akademik Guru Teknik Informasi Dan Komunikasi SMAN Se-Kabupaten Sinjai. Skripsi, Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkapkan: gambaran tentang kompetensi akademik guru teknik informasi dan komunikasi SMAN se-Kabupaten Sinjai. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional (correlational research) yaitu untuk mendeteksi pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru yang mengajar Teknik Informasi Dan Komunikasi di SMAN di kabupaten Sinjai. Penelitian menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan angket dan tes pengetahuan. Sebelum instrumen tersebut digunakan terlebih dahulu diuji kelayakannya dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil uji valliditas untuk variabel Y (menggunakan analisis butir) dari 32 butir dan semua butir dinyatakan valid. Data diperoleh dari jawaban atas pertanyaan dan atau pernyataan yang diajukan pada angket dan tes pengetahuan, kemudian data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif (untuk mengetahui nilai mean, median, nilai minimum dan maksimum, standar deviasi, variansi, distribusi frekuensi). Di samping itu, juga menggunakan analisis korelasi parsial dan analisis regresi ganda (untuk mengetahui pengaruh variabel terikat baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama.
Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) secara umum Kompetensi Akademik Guru Teknik Informasi Dan Komunikasi SMAN Se-Kabupaten Sinjai terkategori belum kompeten, dan (2) tingkat pelatihan dan pengalaman mengajar  memiliki pengaruh yang positif terhadap Kompetensi Akademik Guru Teknik Informasi Dan Komunikasi SMAN Se-Kabupaten Sinjai,
Dengan hasil penelitian ini, kepada Guru Teknik Informasi dan Komunikasi SMAN Se-Kabupaten Sinjai, hendaknya mampu meningkatkan tingkat pelatihannya  dan juga memaksimalkan pengalaman mengajar  yang dimilikinya sebagai seorang guru yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam mendidik dan menciptakan manusia yang berprestasi.