Sabtu, 27 Oktober 2012

Analisis Data Statistik & Kualitas Tes


Kami Mahasiswa Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Makassar (PEP PPs UNM) , siap memberikan jasa olah data, analisis data hasil penelitian skripsi, tesis dan disertasi dengan menggunakan perangkat lunak SPSS dan analisis kualitas Tes (multiple choice dan essay) dengan menggunakan software ITEMAN, Master TAP (analisis klasik) dan Program R (analisis modern).
Analisis Data dari Berbagai Jurusan Mulai Dari:
  • Pendidikan
  • Sosial
  • Matematika
  • Ekonomi
  • Geografi
  • dan Masih banyak lagi sesuai dengan permintaan Klien.
Kami menerima Jasa Pengolahan Data Statistik, seperti regresi linier (sederhana dan berganda), korelasi, analysis of variance (anova), uji t, uji F, linieritas, uji normalitas, uji asumsi klasik (heteroskedastisitas, normalitas, multikolinearitas, autokorelasi), Kolmogorov Smirnov, validitas dan reliabilitas, one way/two way anova, path analysis, analisis butir soal, dll. Software olah data yang kami gunakan: SPSS,  dll. Hasil olah data statistik meliputi membaca dan interpretasinya.
Analisis soal yang kami maksud adalah menguji soal sejauhmana tingkat kesukaran, daya beda, daya pengecoh, dan pola jawaban. Kami akan menganalisis tes menggunakan dua pendekatan, yaitu menggunakan pendekatan klasik (menggunakan program ITEMAN, Master Tap) dan pendekatan modern (Program R)
Untuk permintaan jasa pengolahan data, Anda tinggal kirimkan via email data Anda dan sampaikan analisis apa yang Anda atau dosen Anda inginkan. Hasil analisis akan disampaikan berikut penjelasannya secara tertulis dan penjelasan lisan dengan media komunikasi bila dibutuhkan.
Tarif Jasa:
1. Analisis Data untuk Skripsi                    Rp.    500.000,- (+ interpretasi dan pembahasan) 
2. Analisis Data untuk Thesis / Disertasi     Rp. 1.500.000,- (+ interpretasi dan pembahasan)
3. Analisis Tes Klasik                                Rp.    100.000,- (+ interpretasi dan pembahasan)
4. Analisis Tes Modern                             Rp.     300.000,- (+ interpretasi dan pembahasan)
Hubungi Kami:
Abdul Zahir                                              Akbar Iskandar
Jl. Mamoa IV Makassar                            Jl.Manuruki 13 dalam no. 14
085214947864                         085255726616
abdulzahir86@gmail.com             Akbar.iskandar06@gmail.com
zahir_pep2011@yahoo.com 

Terima Kasih,semoga berberkah dan bermanfaat!!! 

Rabu, 10 Oktober 2012

Sidang Para Setan


Tepat pukul 00.00 dini hari. Angin laut berkelebat dengan begitu kencangnya. Pohon-pohon, daunnya nampak meringkik setelah embunnya menebal. Rembulan yang sejak tadi main petak umpet bersama bumi dibalik awan-awan hitam yang bergumpal, kali ini benar-benar menyelinap sunyi lama sekali. Udara berdesir seratus kali melebihi desisan ular kobra. Hari ini memang sudah diperhitungkan oleh para setan, bahwa semua manusia akan tertidur nyenyak dengan sendirinya tanpa sirep.
Nampak bergegas jutaan setan berduyun-duyun menuju astaka lengkap dengan anak keturunan. Mereka datang dari semua utusan pelosok propinsi, kabupaten, kota bahkan desa-desa. Semuanya merengsek ke Ibukota. Ruangan tempat sidang pun dibuat sangat terbuka nyaris seperti panggung raksasa yang membelah istana. Buyut –kakek-nenek – bapak-ibu-anak -cucu –cucut sampai cicit – nyaris tak ada yang ketinggalan. Masing-masing membawa segelas darah segar sebagai syarat pemberkatan berikutnya.
Malam yang sangat gelap dan teramat senyap keramat. Pertanda sidang para setan bisa dimulai.“Dini hari ini, apakah kalian sudah bisa bertanggung jawab memastikan bahwa tidak akan ada satu pun manusia yang akan bangun sholat Tahajud” kata pimpinan sidang sebelum sidang dimulai.“Kami jamin pimpinan sidang….”Serentak mereka menjawab dengan menundukkan anggota badannya sebagai tanda kesetiaan dan pengabdian total atas titah pimpinan.“Semua jam beker yang mereka pasang sudah saya off-kan tuan, bahkan di kedua telinganya sudah saya tulikan, agar tidurnya nyenyak, saya juga sudah buatkan bunga-bunga mimpi dalam tidur mereka sehingga perasaan mereka seakan-akan sudah sholat” salah satu dari setan itu memberikan penjelasan.“Baiklah, artinya…, apakah sidang akbar ini bisa dimulai?”“Siap tuan” jawab mereka serentak.“Dari absent yang kami terima, saya berterima kasih sekali bahwa kalian semua bisa hadir. Dan saya sudah membaca prestasi kalian.

Senin, 24 September 2012

KODE ETIK PENYELENGGARA PROGRAM

     Sudah menjadi kepatutan bahwa setiap profesi, punya kode etik yang sifatnya melekat pada setiap individu maupun organisasi. Bersifat melekat berarti keber-makna-an dan keber-ada-an sebuah standar yang paten harus dimiliki setiap individu dalam menjalankan profesi yang digelutinya. Keber-makna-an dalam hal ini didasarkan atas kerja-kerja profesionalitas dan keber-ada-an berarti kesanggupan dalam memegang sebuah "nilai" yang mengikat.
    Semua profesi (bukan pekerjaan,karena profesi dan pekerjaan sesuatu yang berbeda dalam hal pemaknaan dan kekuatan hukum) tentu memiliki "Kode Etik" sebagai patron dalam menjalankan kerja-kinerja profesionalitas. Bukan hanya Guru atau pendidik ataupun dokter yang punya kode etik, penyelenggara program pun sejogyanya memiliki kode etik, hal ini bisa diartikan sebagai "way of life" ataupun sistem nilai yang mesti dipegang.
        Dalam  kesempatan ini, akan diberikan gambaran yang jelas tentang kode etik penyelenggara pelayanan publik, dan ini berarti, penyelenggara program sebagai  penyelenggara pelayanan publik mesti terinternalisasi dalam setiap individu.
        Rasionalisasi pentingnya kode etik dipegang oleh penyelenggara program didasarkan pada:
  • Perlunya kerja profesional, terarah dan terukur sehingga tercapai target program
  • Perbedaan jenjang pendidikan, kemampuan dan latar belakang pendidikan
  • Perlunya satu langkah gerak yang sinkron dan sinergi dalam terciptanya perluasan akses, peningkatan mutu, dan manajemen  

Kamis, 20 September 2012

Konstruktivisme Dalam Pembelajaran

A. Pandangan Teori Belajar Konstruktivisme
Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis.
Salah satu prinsip psikologi pendidikan adalah bahwa guru tidak begitu saja memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi siswa yang harus aktif membangun pengetahuan dalam pikiran mereka. Tokoh yang berperan pada teori ini adalah Jean Piaget dan Vygotsky. Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Beda dengan aliran behavioristik yang memahami hakikat belajar sebagai kegiatan yang bersifat mekanistik antara stimulus respon, kontruktivisme lebih memahami belajar sebagai kegiatan manusia membangun atau menciptakan pengetahuan dengan memberi makna pada pengetahuannya sesuai dengan pengalamanya. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman. Ini menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis. Pendekatan konstruktivisme mempunyai beberapa konsep umum seperti:

Minggu, 09 September 2012

CONTOH ANALISIS PSIKOLOGIS RPP


ANALISIS RPP
DITINJAU DARI SUDUT PANDANG PSIKOLOGIS

A.           Pengantar Psikologi Pendidikan
Oleh karena pengajaran bersifat kompleks dan adanya variasi individu diantara siswa-siswa, maka pengajaran yang efektif bukanlah ‘satu hal yang cocok untuk semua orang’(Diaz,1997). Para guru juga harus menguasai berbagai perspektif dan strategi, serta fleksibel dalam menerapkannya. Kunci utama agar dapat menguasai hal tersebut adalah: 1). keterampilan dan pengetahuan profesional, serta 2). komitmen dan motivasi.
Guru-guru yang rang efektif mempunyai arahan yang baik pada tiap materi pengajaran yang diajarkan dan memiliki keterampilan dasar mengajar yang kuat. Mereka mempunyai strategi pengajaran yang sangat baik dan didukung oleh metode penentuan tujuan,perencanaan pengajaran, dan pengaturan kelas (class management). Mereka mengetahui cara memotivasi, berkomunikasi, dan bekerja secara efektif dengan siswa-siswa yang mempunyai tingkat keterampilan berbeda dan berasal dan latar belakang budaya yangberbeda pula. Guru-guru yang efektif juga mengerti cara untuk menggunakan tingkat teknologi yang tepat di kelas.
Karakterisik guru yang semakin sering disebut-sebut keinginan para siswa SMP adalah “pengetahuan sang guru tentang mata pelajaran mereka” (NASSP, 1997). Memiliki pemahaman akan konsep yang baik, fleksibel, dan mendalam tentang materi pelajaran adalah hal yang sangat diperlukan untuk menjadi seorang guru yang efektif. Tentu saja, pengetahuan akan materi pelajaran mencakup lebih dari sekadar fakta, istilah, dan konsep umum. Pengetahuan tersebut juga meliputi pengetahuan tentang pengaturan ide, hubungan antar ide, cara berpikir dan berpendapat, pola perubahan di dalam satu bidang ilmu, keyakinan tentang suatu ilmu, serta kemampuan untuk mencarikan ide-ide dan suatu bidang ilmu dengan bidang ilmu lainnya. Sekarang sudah jelas bahwa kemampuan memiliki pemahaman yang mendalarn tentang mata pelajaran tersebut merupakan aspek penting yang menjadikan seorang guru sebagai guru yang kompeten (Ellis, 2007; Peters & 5. 2006; dan Van de Walle, 2007).
Pada tingkatan yang lebih luas, ada dua pendekatan utama yang menggolongkan cara guru mengajar: pembelajaran konstruktif dan pembelajaran secara langsung. Pendekatan konstruktif merupakan pusat dari filosofi pendidikan William James dan John Dewey. Pendekatan pembelajaran langsung hampir serupa dengan pandangan E. L. Thorndike.
Pendekatan para konstrukktif (constructivist approach) adalah pendekatan berpusat pada pembelajar (learner-centered) yang menekankan pentingnya para individu membangun pengetahuan dan pemahaman secara aktif melalui bimbingan dari guru. Dalam pandangan para guru yang konstruktif, guru seharusnya tidak hanya berusaha melimpahkan informasi ke pikiran anak-anak. Lebih dari itu, anak-anak harus didorong untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, menggambarkan, dan berpikir secara kritis dengan bimbingan yang berarti dan pengawasan yang saksama dari guru (Eby, Herrell, & Jordan, 2006; Halpern, 2006; Kafai, 2006). Para guru pembelajarannya konstruktif berargumen bahwa anak-anak telah terlalu lama diminta untuk duduk diam, menjadi pendengar pasif, dan menghafalkan informasi yang relevan dan tidak relevan (Henson, 2004; Silberman, 2006).