Model
SERVQUAL (singkatan dari service quality)
dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithamel, dan Barry dalam serangkaian
penelitian mereka terhadap enam sektor jasa: reparasi peralatan rumah tangga,
kartu kredit, asuransi, sambungan telepon interlokal, perbankan ritel, dan
pialang sekuritas. Model yang dikenal pula dengan istilah Gap Analysis Model ini berkaitan erat dengan model kepuasan
pelanggan yang didasarkan pada ancangan diskonfirmasi ( Oliver,1997 dalam
Tjiptono,2008). Ancangan ini menegaskan bahwa bila kinerja pada sebuah atribut
(attribute performence) lebih besar
dari ekspektasi (expectations) atas
atribut yang bersangkutan, maka persepsi terhadap kualitas layanan akan positif
atau sebaliknya.
Model
SERVQUAL banyak diterapkan di berbagai perusahaan dan konteks industri.
Popularitas instrumen survey Model SERVQUAL dikarenakan sejumlah keunggulan.
Menurut Tjiptono (2008), pertama, instrumen Model SERVQUAL telah berkembang
menjadi semacam standar untuk penilaian atas berbagai dimensi kualitas layanan.
Kedua, berbagai riset telah menunjukkan bahwa instrumen Model SERVQUAL sahih
(valid) untuk berbagai konteks layanan. Ketiga, riset juga mengindikasikan
bahkan kuisioner Model SERVQUAL andal (reliable), artinya
pertanyaan-pertanyaannya yang diinterpretasikan oleh responden. Keempat,
instrumen SERVQUAL memenuhi kriteria parsimoni, karena hanya terdiri atas 22
item, sehingga bisa diisi dengan cepat oleh responden. Kelima, instrumen
SERVQUAL memiliki prosedur baku yang memudahkan interpretasi hasil.